Kawah Sikidang Dieng

kawah sikidang dieng

Kawah Sikidang terjadi karena letusan gunung api tua yang bernama gunung Prau dan menjadikan sebuah kawah yang bernama kawah Sikidang, kawah ini merupakan salah satu destinasi wisata yang polpuler serta menjadi salah satu obyek wisata unggulan yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan selain view pemandangan yang mengagumkan kawah sikidang juga mampu menyuguhkan pesona alam yang lengkap dan sangat cocok untuk berfoto-foto oleh karena itu tak heran di kawasan kawah sikidang banyak sekali properti yang disediakan oleh warga setempat untuk menunjang keindahan pada saat pengambilan gambar saat berfoto,di kawasan tersebut telah disediakan properti seperti: mobil jeep, ayunan,kuda, burung hantu dll dan menurut sejarahnya penamaan kawah sikidang berdasarkan janis titik didih kawah yang selalu berpindah-pindah diibaratkan oleh masyarakat setempat seperti lompatan seekor kijang atau kidang(bahasa jawa).

Kawah sikidang terletak di Desa Dieng kulon kecamatan batur kabupaten Banjarnegara yang mempunyai Luas 200 meter persegi serta mempunyai karakteristik bau belerang yang sangat pekat.bagi anda yang berkunjung ke dataran tinggi Dieng kurang lengkap apabila belum mengunjungi kawah Sikidang,di area lokasi kawah sikidang juga banyak sekali warung-warung yang menjajakan oleh-oleh khas Dieng plateau seperti : Kentang biasa,kentang ungu,sayur khas dieng,purwaceng (minuman khas Dieng),terung belanda,cabe Dieng,kripik jamur Dieng dll dan tak ketinggalan souvenir khas Dieng seperti: pringgondani(bamboo khas Dieng),kaos dan celana yang bertuliskan Dieng dan aneka kerajinan yang dibuat oleh penduduk setempat,sembari memilih-milih oleh-oleh dan souvenir khas Dieng para wisatawan juga bisa menikmati hangatnya secangkir kopi purwaceng yang dapat mengobati suhu badan yang terasa beku karena hembusan angin dataran tinggi Dieng sangat dingin, tak ketinggalan cemilan yang baru diangkat dari penggorengan yang sudah tidak sabar untuk disantap dan tak ketinggalan juga suara alunan musik dari pengamen yang menghangatkan suasana dinginya obyek wisata kawah Sikidang.

Dengan tanaman yang masih asli dan hanya yang terdekat dengan area kawah saja yang mati karena efek panas dari uap kawah yang berhembus terus menerus tapi ada keuntunganya juga bagi warga setempat dikarenakan kawah sikidang mengandung belerang, maka belerang yang sudah mengeras dimanfaatkan oleh warga untuk mengobati berbagai macam penyakit khususnya penyakit kulit, serta banyak juga di jual untuk para wisatawan dan tentunya sangat memberi kesan tersendiri karena tidak disemua tempat ada batu belerang tersebut.

Mitos cerita rakyat terjadinya kawah sikidang yaitu bermula dari seorang pangeran yang kaya raya bernama pangerang Kidang Garungan yang akan meminang seorang putri bernama Shinta Dewi dan pangeran merasa dia akan mampu memberi semua permintaan sang putri dikarenakan pangeran Kidang Garungan seorang yang kaya raya, oleh karena itu sang pangeran memerintahkan pengawalnya untuk melamar dan karena amanat dari sang pangeran apapun permintaan sebagai mas kawin akan dituruti maka sang putri menerima pinangan dari sang pangeran, segera pengawal menyampaikan kabar gembira bahwa putri shinta Dewi menerima lamaran dari pangeran Kidang Garungan dan tak sabar pangeran mempersiapkan acara pesta pernikahanya yang diselenggarakan semegah mungkin.

Hari pernikahan pun tiba sanga pangeran bersama pengawalnya menuju ketempat sang putri dan mereka pun bertemu tapi apa yang terjadi sang putripun kaget karena sang pangeran yang ia dambakan tidak seperti manusia biasa ternyata badan bertubuh manusia dan kepala berwujud kidang, dengan kagetnya sang putri berniat mengurungkan pernikahan tersebut dengan berkata wahai sang pangeran aku tidak bisa menikah apabila engakau tidak dapat menuruti permintaanku karena warga disekitar sini kekurangan air aku ingin kau membuatkan sumur untuk mencukupi kebutuhan air kami,dikarenakan sangat senangnya pangeran kepada sang putri maka pangeran pun menyanggupi permintaan tersebut, dengan semangatnya pangeran membuat sumur dengan kekuatan yang dimilikinya sesekali menandukan tanduknya ke tanah untuk mempercepat proses penggalian dan sang putri pun cemas karena permintaan tersebut adalah untuk menggagalkan pernikahanya maka saat penggalian sudah hampir selesai sang putri pun memerintahkan kepada pengawalnya untuk menimbun sumur tersebut dan tanpa disadari pangeran pun tertipu sambil berteriak dan berusaha dengan ilmu kanuraganya untuk keluar dari sumur tetapi karena pengawal sang putri sangat banyak penimbunanya sangat cepat maka pangeran pun mengeluarkan seluruh kemampuanya sehingga sumur tersebut meledak dan sebelum meninggal pangeran kidang Garungan berkata “seluruh keturunan shinta Dewi akan berambut gembel/gimbal” dan sumur yang meledak lama kelamaan menjadi sebuah kawah yang sampai sekarang bernama Kawah Sikidang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *