Komplek Candi Arjuna Dieng

candi arjuna dieng

Dieng dan masa lampau memang tidak bisa dipisahkan, ini dibuktikan dengan adanya bangunan kuno berupa candi dan Dharmasala yang tersebar di hampir diwilayah Dieng. Candi yang dibangun pada akhir abad ke 7 ini merupakan candi yang bercorak Hindu dimana awal Kerajaan Mataram berdiri yang diperintah oleh Raja Sanna, tetapi kepemimpinannya diganti oleh keponakan dari Raja Sanna yaitu Sanjaya dikarenakan sang Raja tidak memiliki keturunan. Sanjaya memerintah dengan bijaksana sehingga masyarakat hiduptentram, bahagia, dan makmur. Hal ini tertuang dalam Prasasti Canggal dimana dalam prasasti tersebut menyebutkan tanah Jawa yang kaya akan padi dan emas, selain di Prasasti Canggal nama Sanjaya juga tertulis dalam Prasasti Balitung.Tak heran sampai sekarang Dieng terkenal akan hasil bumi berupa sayur mayur seperti wortel, kubis dan kentang dengan kualitas terbaik di Indonesia. Selain itu ada buah yang sangat terkenal di Dieng yaitu buah Carica yang memiliki bentuk hampir mirip dengan cokelat tetapi apabila sudah mulai masak maka buahnya akan berwarna kuning menyala yang sangat menggoda untuk dipetik dari pohonnya. Sepanjang jalan anda menuju Kompleks Candi Arjuna anda bisa melihat pohon Carica yang terdapat di kebun warga sekitar, selain pohon Carica anda juga akan ditemani oleh tanaman hias yaitu tanaman Kecubung yang memiliki warna putih, kuning serta merah di sepanjang jalan menuju area utama candi.

Kompleks Candi Arjuna terdiri dari lima bangunan candi yaitu Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra dan Candi Arjuna itu sendiri. Mempunyai bentuk yang tidak terlalu besar merupakan khas dari candi – candi Hindu di Jawa begitu dengan detailnya yang lebih mirip dengan design bangunan yang ada di Indiabarat, sampai sekarang Kawasan Candi Arjuna masih digunakan oleh umat Hindu dari Pulau Bali untuk berdoa kepada Dewa pada bulan – bulan tertentu.

Candi Arjuna

Arjuna tidak hanya sakti mandraguna tetapi juga terkenal akan ketampanannya sebagai seorang kesatria maka tak heran banyak wanita yang menjadi istrinya. Tak perlu lama – lama ketika anda tiba di kompleks candi maka anda akan disambut oleh candi yang tampak paling gagah karena dari segi bangunan dan fondasi serta tata batu masih sangat kuat atau terlihat utuh dari candi yang lainnya. Candi yang berukuran 6 x 6 meter ini cocok untuk dijadikan obyek foto karena letaknya paling ujung sehingga nampak apik untuk dijadikan background foto anda bersama rekan – rekan.

Candi Srikandi

Tepat disebelah utara candi Arjuna anda akan melihat candi mungil tetapi terlihat manis karena dari 5 candi hanya candi Srikandi yang memiliki relief tiga dewa (Trimurti) yaitu dewa Brahma, Dewa Siwa, dan Dewa Wisnu. Dewa Brahma yang terkenal dengan Caturmukha Brahma yaitu mempunyai empat muka yang menghadap ke seluruh penjuru angin, Dewa Siwa dewa yang memiliki senjata Trisula serta kalung dari ular kobra karena memang tugas dari Dewa Siwa sebagai dewa pemusnah lain dengan Dewa Wisnu yang ditugaskan sebagai dewa pemelihara di bumi.

Candi Puntadewa

Candi yang terletak diantara Candi Srikandi dan Candi Sembadra ini diperkirakan candi yang paling pertama dibangun diantara empat candi lainnya, ini terlihat pada bangunan candi yang memang sudah tidak kokoh lagi sehingga dilakukan pemugaran oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Dieng (BP3K) tanpa mengurangi detail asli dari Candi Puntadewa.

Candi Sembadra

Terletak paling ujung di sebelah utara tampak elok sekali saat anda mencoba mendekati candi yang satu ini, bangunan yang mungil dengan tempat yang berada di paling ujung menjadikan candi yang satu ini sungguh apik untuk dijadikan obyek foto karena dengan berpose di depan Candi Sembadramaka seluruh candi akan terlihat di lensa kamera anda.

Dharmasala

Sebelum anda memasuki area candi, anda akan terheran – heran melihat banyak fondasi yang masih berserakan mirip dengan bangunan yang belum selesai. Ya tempat itu dinamakan Dharmasala yang yang digunakan umat Hindu untuk beristirahat serta mempersiapkan segala sesuatu sebelum melakukan upacara di candi.

Itulah sedikit gambaran tentang masa lampau Dieng dimana sangat cocok untuk dijadikan destinasi edukasi sejarah tentang kerajaan Mataram di bumi Pertiwi, tak hanya elok, ramah masyarakatnya atau bahkan keindahan alamnya yang sungguh menawan hati akan tetapi Dieng masih menyimpan misteri yang sampai saat ini belum bisa terpecahkan oleh para peneliti dari daerah maupun dari luar negeri yang masih mencoba menguak misteri satu per satu dengan ilmu arkeologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *